# Install necessary libraries
M is the M
Sebuah blog bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu komunikasi dari berbagai perspektif.
Tuesday, October 13, 2026
Sunday, September 20, 2026
Hello, ini adalah beberapa referensi untuk membantu memahami konteks dalam praktik sinematografi.
01. Anatomi Kamera
02. Shot Size
03. Camera Angle
04. Camera Movement
05. Camera Framing
Saturday, November 1, 2025
Belajar tiada henti
Ada diskusi terkait komunikasi di kampus diantara dosen2 ilmu komunikasi, yaitu fungsi Humas sebagai penyalur informasi eksternal dan juga Internal. Kalau bicara itu maka relevan sekali di tengah masalah rekrutmen P3K ini. Saya harus fair, bahwa tidak semua kesalahan itu diakibatkan oleh kepeg, dan tidak semua isu harus dijawab oleh mas Dio. Tidak semua berita harus lewat sosialisasi kan. Kita punya 3 perangkat digital, simpeg, simpel, dan email, buat apa bayar kalau nggak dipake.
Acuan bahwa pimpinan Warek 2 dan Kabiro "tidak tahu apa2" itu terlihat jelas bagaimana menangani masalah di P3K saat ini. Yang mana kondisi seperti ini tidak bisa hanya diredam dengan narasi-narasi spiritual saja. Ini Lembaga bapak/ibu, bukan pengajian. Tidak ada perencananaan yang matang dan atau tidak semacam tindakan yang luwes (contingency plan), itu (kesalahan) ada baiknya diakui saja. Komunikasi itu terbuka, dan cair sehingga bisa saja Lembaga mengakui kesalahan daripada menganggap pembicaraan sebagai noise.
Saya sebenarnya sebagai orang yang kurang lebih tahu lah daripada ahli komunikasi kelembagaan : tidak terbuka itu sangat merugikan Lembaga itu sendiri. Mungkin bagi orang lain yang melihat bahwa sejak kemarin ramai membicarakan di grup chat P3K lalu kemudian ditutup chatnya adalah hal yang biasa, sebaliknya saya melihatnya bahwa itu adalah tindakan yang menutup diri.
Saya seringkali terganggu itu dengan anggapan bahwa diskusi itu semacam "noise" yang tidak ada artinya, yang mengalihkan kita pada fokus, yang berisikan pesimisme, yang hanya berisiskan provokasi dan intimidasi. Bahwa noise itu hanya anggapan-anggapan negatif yang mengarah pada menjelekan dan merendakan (semacam hinaan). Makanya kemungkinanan adanya pihak-pihak yang tidak paham ketika ramai-ramai kemaren itu menjadi semacam lawakan (noise) aja. Tiap orang itu berbeda beda dalam menanggapi dan memberikan komentar, mereka (pimpinan) yang merasa terganggu dengan pembicaraan itu jelas beranggapan bahwa kita ini punya tendensi untuk menjatuhkan melalui noise yang bisa berkembang menjadi isu besar.
Hanya dengan diskui itu ada pembicaraan dan ada nuansa kolaborasi, serta kerjasama. bagaimana mengarahkan energi itu menjadi produktif disitulah seni berkomunikasi. Saya berfikir bahwa siapapun, yang sudah menyebut nyebut dirinya ahli pun bisa BELAJAR, dan itu dimulai dengan menerima masukan, mengakui kesalahan dan berkembang menjadi yang terbaik.
Sunday, November 26, 2023
Friday, November 10, 2023
Pendekatan Komunikasi Lingkungan yang visual
Pada November 2023 saya diminta untuk menjadi Juri pada sebuah event yakni Greenfest di kampus UPNVJ yang mana disitu para peserta menyerahkan karya karya seperti podcast, poster dan Esai. Salah satu event yang mana saya dijadikan juri adalah pada lomba poster yang menurut saya sangat menarik. Saya bersama juri lainnya memberikan penilaian berupa angka yang terbagi pada 5 indikator. Saya tentu memberikan definisi pada setiap indikator sebagai berikut:
Orisinalitas (Orisinalitas):
- Mencari pendekatan unik dan inovatif untuk menyampaikan pesan lingkungan.
- mempertimbangkan apakah poster tersebut menyajikan ide-ide segar atau perspektif baru terhadap temanya.
- Menilai seberapa selaras poster dengan tema atau topik lingkungan yang ditentukan.
- Periksa apakah kontennya secara langsung menyampaikan dan mengkomunikasikan pesan yang dimaksudkan terkait isu lingkungan.
- Mengevaluasi elemen kreatif yang digunakan dalam poster, seperti gambar, skema warna, dan desain keseluruhan.
- mempertimbangkan apakah poster tersebut menarik perhatian penonton melalui elemen imajinatif dan artistik.
- Menilai estetika desain secara keseluruhan, termasuk tata letak, tipografi, dan hierarki visual.
- Mencari komposisi yang seimbang dan menarik secara visual yang secara efektif menyampaikan pesan yang diinginkan.
- Mengevaluasi seberapa baik poster mengkomunikasikan pesan lingkungannya kepada penonton.
- Mempertimbangkan kejelasan dalam menyampaikan informasi, penggunaan bahasa, dan efektivitas poster secara keseluruhan dalam menyampaikan dampak yang diharapkan.
- Muhammad Azzam Adzki Rabbani- Bebas sampah Bebas Penyakit
- Izzah Al Aini - Green
- TIM GARONG - JAGA LINGKUNGAN LESTARIKAN KEHIDUPAN
- Fathul Nisa - Energi Terbarukan Membangun Warisan Hijau untuk Anak Cucu Kita
- Shifa Salsabilah - GEN Z BUAT JAGA BUMI
- MOH. PANJI MAGHRIBA - HIJAUKAN BUMI KITA, WUJUDKAN GERAKAN 0 SAMPAH
- EUGINA EVITA MARITO & AULIA PUTRI IZZATI - MUNG BEANS KONTINU, HIJAU. TERPADU
- Yaqut Amjad Adillah Raharjo - SOLUSI UNTUK MASA DEPAN KOTAKU -
- Najla Nur Dzakiyyah - EARTH CLAN_SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
- Elsa - Happiness_Generasi Emas Bebas Sampah
- Evira Lisnaina
Tuesday, October 24, 2023
Remeh Temeh dalam keilmuwan
Saya ini sebenarnya tidak banyak ingin bicara prihal yang tidak bermanfaat, tetapi untuk hal ini saya mau membicarakan agar bisa menjadi sebuah pengetahuan umum, pengalaman yang bisa diambil pelajarannya. Ketika itu saya menjadi seorang ketua sidang dalam pengujian proposal sebuah produksi film dokumenter, semula saya anggap ini adalah sebuah sidang biasa akan tetapi anggapan saya ternyata salah. Timbul sebuah pertanyaan yang ABSURD tentang perbedaan media, dan saya kutip:
"Apakah dokumenter TV dan film dokumenter itu berbeda ?" dan kemudian dijawab oleh mahasiswa yang diuji "Tidak" lalu yang menanyakan malah menjawab dengan komentar yang mana saya simpulkan sebagai miskonsepsi karena itu adalah sebuah remeh temeh dalam keilmuwan. Ini penjelasannya:
- Media film dewasa ini telah mengalami transformasi yang progresif revolusioner, karena sekarang cara pandangnya berkembang dan tidak bisa merujuk dengan itu yang telah dibicarakan 10-15 tahun ke belakang. contohnya salah satu dokumnter "Iced Cold" yang mana tidak bisa dikategorikan lagi apakah itu sebuah dokumenter TV yang tidak lagi menggunakan pendekatan reportase, dan juga film yang tidak menggunakan pendekatan drama. Reportase dalam dokumenter itu menjadi dramatis karena mencoba membuka cara pandang baru dari sebuah kasus yang disebut sebut sebagai "the trial of the century".
- Kalau memang kedua media itu berbeda, lalu cara membedakannya bagaimana ? apakah dokumneter TV ditayangakn di TV dan dokumenter film ditayangkan di bioskop ? tentu hal itu akan menjadi lebih absurd, karena sesesutu tidak serta merta dinyatakan berbeda hanya karena di media apa itu ditayangkan. 10-15 tahun yang lalu bisa saja disebut bahwa kedua media itu berbeda, tetapi hal itu tidak lah relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.
- Miskonsepsi yang saya simpulkan sebagai remeh-temeh itu adalah ketika dijawab dengan si penanya itu dengan komentar "nah silahkan minta dibimbing aja" (sambil menunjuk ke arah saya). Menurut saya, itu adalah puncak dari kekeliruan yang dia buat. Saya bisa saja mengatakan "tolong dijawab saja, bagaimana cara membedakannya ?" namun saya merasa hal itu tidak perlu dinyatakan karena menghindari saya agar tidak masuk pada remeh temeh yang lebih jauh lagi. Sikap berdiam saja menyelesaikan absurditas tersebut.
Remeh temeh dalam kelimuwana ini adalah sebuah bentuk percakapan yang tidak penting, dan pada tahap tertentu bisa menyesatkan karena alasan ambiguitas tadi. Alih-alih memberikan keterangan dan penjelasan, justru mengalihkan tanggung jawab itu kepada orang lain (pembimbing). Padahal dia bisa saja langsung menjelasakan perbedaan tersebut. Padahal, jika merasa perlu mempertanyakan maka ditanyakan saja fakta apa yang membuat mahasiswa menyimpulkan sama.
Tuesday, September 19, 2023
TUGAS UTS Komunikasi Jaringan dan Big Data
Berikut dalah intruksi tugas untuk komunikasi jaringan dan big data
melakukan sentiment analysis dari Comment YT;
- Silahkan tentukan 2 video yang mana topiknya kamu tentukan sendiri sehingga ada komparasinya.
- Lakukan scraping dengan isntruksi di video01 dan video02 (mohon maaf atas kualitas suaranya)
- Gunakan coding.gs disini
- Setelah dilakukan scraping lakukan pembersihan data, selalu ciptakan sheet baru jika ada perubahan. Lakukan pivot untuk mendapatkan tabel yang kamu bisa baca.
- Lakukan analisys sesuai yang video berikan
- Berikan kesimpulan dan analisis dalam bentuk PPT dan video durasi 4-7 menit.






_PRINTABLE%20SOLAR%20CELL%20-%20Asna%20Mala_001.png)
_Air%20Lindi%20sebagai%20pupuk%20cair,%20dalam%20mengurangi%20pencemaran%20tanah%20-%20CLARA%20ALEXANDRA_001.png)



_%20JAGA%20LINGKUNGAN%20LESTARIKAN%20KEHIDUPAN.%20-%20Yu%20Yum_001.png)



%20KONTINU,%20HIJAU.%20TERPADU%20-%20Eugina%20Hutabarat_001.png)



